TEMANGGUNG, 17 September 2026 — SMP Kanisius Temanggung menyelenggarakan kegiatan kuliah umum sebagai bagian dari proyek pembelajaran siswa. Kegiatan ini menghadirkan Anggi Riandito, coffee farmer & processor dari Peterangan Farm, Desa Petarangan, Kabupaten Temanggung, sebagai narasumber yang membagikan wawasan seputar dunia pertanian dan pentingnya pembentukan karakter bagi para siswa.
Dalam pemaparannya, Anggi menyoroti tantangan generasi muda di era digital yang dinilainya rentan kehilangan fokus. Ia mengingatkan para siswa untuk membentengi diri dengan nilai-nilai positif dan tidak sekadar mengikuti tren.
"Fokus adik-adik belajar karena pendidikan itu sangat penting. Jadilah diri sendiri, jangan terdistraksi kanan-kiri, dan jangan ikut-ikutan (FOMO). Ukir diri kita mau jadi apa. Jadilah pribadi dengan etika yang bagus, memiliki ilmu pengetahuan, dan berdampak bagi sekitar," ujar Anggi di hadapan para peserta.
Ia menilai, tingkat pendidikan yang tinggi perlu diimbangi dengan kontribusi nyata di masyarakat. Menurutnya, pemuda dapat mulai berkontribusi melalui berbagai bidang yang diminati, termasuk sektor pertanian.
"Percuma kita berpendidikan jika tidak memberikan kontribusi. Kita bisa berkontribusi lewat apa yang kita punya, salah satunya belajar lewat sektor pertanian dan lain-lain. Di era digital kita pasti akan terdistraksi lewat psikologi, pemikiran kita, standaritas kita. Yang perlu kita lakukan adalah bangun nilai (value) diri kita," lanjutnya.
Selain memberikan motivasi, materi kuliah umum turut mengenalkan keragaman jenis kopi seperti Arabika dan Robusta, hingga strategi teknis penanaman kopi untuk menghadapi perubahan iklim saat musim El Nino. Anggi menegaskan bahwa profesi petani kopi memiliki prospek penting di masa mendatang seiring dengan terus meningkatnya konsumsi kopi masyarakat.
Sesi diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dari para peserta. Anggi pun mengapresiasi keaktifan dan kritisnya tanggapan yang dilontarkan oleh para siswa selama sesi berlangsung.
"Jujur saya terkejut siswa SMP bisa memberikan pertanyaan yang menurut saya pribadi cukup keren dan bisa dilanjutkan untuk kelanjutan yang lebih keren lagi," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar mengenal potensi lokal daerahnya, tetapi juga diajak untuk merefleksikan peran penting generasi muda: bahwa masa depan tidak hanya dikejar melalui pendidikan formal di dalam kelas, melainkan lewat keberanian untuk berkarya, menjaga etika, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.